• Font size:
  • Decrease
  • Reset
  • Increase

Pengamat Undip Sebut Erick Thohir Layak Masuk Jajaran Menteri Berkinerja Terbaik

349 ketua program magister ilmu politik fisip universitas diponegoro semarang teguh yuwono antara jate 718x452

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah lembaga survei telah melakukan riset terkait kinerja menteri Kabinet Indonesia Maju. Hasil survei teranyar Charta Politika menunjukkan nama Erick Thohir, Prabowo Subianto, Sri Mulyani, Nadiem Makarim, dan Mahfud MD sebagai lima besar menteri yang dinilai publik memiliki kinerja terbaik.

Pengamat Politik Universitas Diponegoro (Undip), Teguh Yuwono menilai kinerja menteri Jokowi yang diapresiasi publik adalah menteri yang punya gebrakan dan berani mengambil keputusan. Secara khusus, Teguh menilai sosok Erick Thohir sebagai salah satu menteri yang berani.

Menurutnya Erick tidak punya banyak kepentingan sehingga keputusannya lebih berdasarkan profesionalisme. Begitu juga sosok seperti Nadiem dan Sri Mulyani.

Secara umum, Teguh menilai menteri-menteri yang diapresiasi publik umumnya sosok yang punya visi dan terobosan di sektor yang dipimpinnya.

"Publik selalu menunggu menteri-menteri yang berani mengambil keputusan. Menteri-menteri yang berani mengambil risiko kebijakan yang tentu berorientasi kepada upaya menjaga kredibilitas, menjaga kekayaan negara, menjaga keamanan negara," kata Teguh saat dihubungi Senin (30/3/2020).

Teguh pun menilai nama-nama yang muncul di sejumlah lembaga survei sudah dirasakan atau diketahui kinerjanya. Menurutnya wajar nama Erick dan beberapa nama menteri lain memiliki persepsi yang sangat baik. Selain apa yang mereka kerjakan diketahui publik, keputusan yang diambil pun dirasakan dampaknya.

"Publik selalu menunggu menteri-menteri yang berani mengambil keputusan. Menteri-menteri yang berani mengambil risiko kebijakan yang tentu berorientasi kepada upaya menjaga kredibilitas, menjaga kekayaan negara, menjaga keamanan negara," kata Teguh saat dihubungi Senin (30/3/2020).

Teguh pun menilai nama-nama yang muncul di sejumlah lembaga survei sudah dirasakan atau diketahui kinerjanya. Menurutnya wajar nama Erick dan beberapa nama menteri lain memiliki persepsi yang sangat baik. Selain apa yang mereka kerjakan diketahui publik, keputusan yang diambil pun dirasakan dampaknya.

"Jadi tentu bisa dipahami jika nama (menteri) yang muncul kemudian menteri yang bikin gebrakan," kata Teguh.

Menurut Teguh, nama Erick yang terus mencuat di tengah publik menandakan masyarakat memang butuh figur yang tidak terkait banyak kepentingan. Menurutnya, publik mengapresiasi menteri yang tegas dan berpihak pada masyarakat.

"Kemunculan Erick Thohir bisa menunjukkan publik mengapresiasi orang-orang yang tak lagi berorientasi pada kekayaan pribadi atau kepentingan pribadi," kata dia.

Teguh menilai secara finansial kapasitas Erick sudah sangat mumpuni. Saat jadi menteri Erick dinilai mengejar aktualisasi diri.

"Erick Thohir kan secara kekayaan termasuk menteri yang sudah sangat mumpuni, dia tak butuh apa-apa lagi. Dia hanya butuh aktualisasi diri. Butuh menyelamatkan bangsa dan menyejahterakan bangsa. Jadi saya kira karena background ekonominya begitu kuat, saya kira menjadi leluasa dan menjadi mudah baginya untuk melakukan gebrakan-gebrakan," kata Teguh.

Sebelumnya lembaga survei Charta Politika mengeluarkan hasil yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat pada pemerintah. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan pada pemerintah berada di kisaran 70,7 persen. Terkait kinerja menteri, nama Erick Thohir bersama Prabowo Subianto menjadi menteri kabinet yang dinilai publik memiliki kinerja terbaik. Di luar dua nama itu ada Mahfud MD, Nadiem Makarim, dan Sri Mulyani.

Sumber: https://www.inews.id/news/nasional/pengamat-undip-sebut-erick-thohir-layak-masuk-jajaran-menteri-berkinerja-terbaik

 

Undip Siapkan Bantuan Dana untuk Mahasiswa

Peduli Mahasiswa Undip 2020 400x250

Universitas Diponegoro telah banyak melakukan upaya dan bantuan untuk mahasiswa terdampak pandemi Covid 19. Mulai dari bantuan kuota, pembagian sembako, pembagian pelindung seperti masker dan sanitizer, magang mahasiswa WFH sampai dengan penurunan UKT.

Kini, kembali Undip tergerak untuk membantu mahasiswa terdampak Covid 19, terutama mahasiswa yang masih bertahan untuk tidak pulang. Gerakan sukarela dari pegawai Undip dengan menyisihkan sebagian penghasilan untuk turut membantu mahasiswa terdampak Covid 19.

Tersedia 600 juta per bulan siap diberikan cash kepada mahasiswa terdampak Covid 19 selama 3 bulan. Rektor Undip Prof.Dr. Yos Johan Utama, SH., M. Hum. menyampaikan bahwa bantuan dana sukarela dari pegawai Undip merupakan bukti nyata kepedulian untuk turut membantu program Pemerintah bergotong royong menghadapi pandemi ini.

Bagi mahasiswa terdampak Covid 19 untuk segera mendaftar via SSO dengan memperhatikan persyaratan dan melengkapi dokumen pendukung. Pendaftaran mulai dibuka Jumat, 29 Mei 2020.

sumber : https://www.undip.ac.id

Hanafi Mundur, Loyalis Amien Rais Dinilai Berpeluang Bikin PAN Perjuangan

pak teguh 21 05 20

Semarang - 

Mundurnya Hanafi Rais dari kepengurusan PAN membuka spekulasi akan dibentuknya partai baru oleh loyalis Amien Rais.

Terlebih jika mundurnya Hanafi memicu kader PAN lainnya untuk mundur dari partai.

Meski begitu, mundurnya anak pendiri PAN Amien Rais itu dinilai tidak mengejutkan. Pakar Politik Universitas Diponegoro

(Undip) Semarang Teguh Yuwono menyebut konflik internal sudah terjadi di tubuh parta berlambang matahari itu.

"Kalau dilihat dari kultur budaya politik di PAN nampaknya PAN menghadapi persoalan kepemimpinan dan tidak terjadi 

smooth transfer leadership," kata Teguh kepada detikcom, Rabu (6/5/2020).

Teguh menilai PAN saat ini terlihat seperti partai modern tapi ternyata masih tradisional. PAN dinilai masih mengandalkan

figur kuat, tapi figur tersebut sudah mulai meredup.

"Sehingga ketika PAN seperti partai modern tapi tradisional karena andalkan figur kuat, yang paling tampak ya Amien Rais.

Tapi dengan semakin menurunnya peran Amin Rais di PAN, menimbulkan friksi internal yang kuat oleh loyalis Amin Rais dan yang tidak," jelasnya.

"Beda dengan PDIP yang mereka tegak lurus dan loyal terhadap Megawati," imbuh Teguh.

Teguh masih melihat peluang Hanafi dan para loyalis Amien Rais untuk membentuk partai baru atau semacam PAN Perjuangan.

Namun, dia juga mengingatkan peluang partai baru untuk bertahan di masa sekarang ini.

"Apakah ini akan selesai di tingkat personal dengan Hanafi keluar? Atau nanti akan jadi gerbong sendiri, gerbong baru dan mendirikan partai baru. Bisa PAN Perjuangan atau PAN yang Benar. Tapi apakah partai baru masih menjanjikan di era ini?" ujarnya.

Teguh menyebut konflik internal dialami banyak partai. Dia lalu mencontohkan PKB yang pernah mengalami konflik di masa Gus Dur dan sekarang masih menjadi partai besar.

"Partai-partai itu sama, PKB saat Gus Dur tapi sekarang besar lagi. Demokrat juga sudah," katanya.

Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5004590/hanafi-mundur-loyalis-amien-rais-dinilai-berpeluang-bikin-pan-perjuangan

Dekan FISIP dan Wakil Dekan FISIP Undip Gandeng IKA-FISIP Undip Bersama BEM Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19

Fisip Pak teguh

 

Kepedulian civitas akademika FISIP Undip terhadap mahasiswa yang mengalami kesulitan akibat dampak pandemi Covid-19 ini tidak hanya berhenti dalam memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang akan mengajukan keringanan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), akan tetapi berlanjut kembali dalam kegiatan “Gerakan Alumni & Civitas Akademika FISIP Undip Peduli Dampak Covid-19. Kegiatan yang merupakan sinergi dari civitas akademika FISIP Undip dan Alumni yang diwadahi dalam IKA-FISIP Undip dengan menggandeng BEM FISIP Undip berhasil menghimpun donasi sebesar Rp. 73.100.008,- (tujuhpuluh tiga juta seratusribu delapan rupiah).

Ketua BEM FISIP Undip, Albert Jehoshua Rapha yang ditemui di kampus FISIP Tembalang mengatakan bahwa jumlah mahasiswa FISIP Undip yang menerima bantuan adalah sebanyak 97 (sembilan puluh tujuh) mahasiswa terdampak yang terdiri atas mahasiswa dari luar daerah yang masih bertahan di area Tembalang dan sekitarnya, dan mahasiswa yang berasal dari dalam Kota Semarang yang keluarganya terdampak secara langsung covid-19. Bantuan yang diberikan kepada mahasiswa terdiri dari 2 (dua) macam bantuan, yaitu berupa paket sembako yang berisi hand sanitizer, masker, beras 5 kg, telur, gula 1 kg, susu, teh, Biskuit, dan uang tunai sebesar Rp. 550.000,- (lima ratus lima puluh ribu rupiah). Secara terpisah dihubungi melalui telepon, Ketua Umum IKA-FISIP Undip Akhmad Muqowam mengucapkan terima kasih kepada alumni yang telah ikut berdonasi dalam program tersebut. Muqowam mengatakan bahwa dalam situasi krisis dan sulit akibat pandemi Covid-19, kita justru harus menebalkan rasa persatuan dan solidarisme. “Bantuan sembako dari alumni FISIP Undip ini merupakan ekspresi soliditas dan solidaritas kepada adik-adik mahasiswa FISIP Undip yang terdampak pandemi Covid-19.

Muqowam menambahkan, IKA-FISIP Undip akan terus ikut memonitor dampak pandemi Covid-19 bagi mahasiswa, sekaligus mendorong agar kesehatan dan keselamatan mereka tetap terjaga. “Kami mengapresiasi kerjasama Alumni bersama jajaran fakultas dan BEM FISIP Undip, yang berhasil mewujudkan program ini dalam tempo relatif singkat. Semoga kolaborasi semacam ini bisa berjalan secara berkelanjutan di sektor akademik dan yang lainnya,” imbuhnya.


Sebelumnya, IKA-FISIP Undip juga berhasil menggalang donasi dari alumni untuk pembangunan Musholla di kampus FISIP Undip, Tembalang. Saat ini musholla sudah dipergunakan untuk aktivitas ibadah maupun kajian-kajian keagamaan berkala.

Senada dengan apa yang dikatakan Muqowam, Dekan FISIP Undip Dr. Hardi Warsono, MTP, mengatakan bahwa dalam kondisi seperti ini sangat memungkinkan mahasiswa dan keluarganya mengalami kesulitan hidup akibat dampak Covid-19, alasan ini yang membuat pihak fakultas sangat peduli dengan mahasiswa. “Sebelum kegiatan ini, kami dari pihak dekanat juga telah memproses pengajuan banding 51 (lima puluh satu) mahasiswa yang meminta keringanan pembiayaan kuliah atau biasa disebut Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kami membentuk tim verifikasi untuk mengetahui kondisi sesungguhnya mahasiswa yang terdampak dan selanjutnya kami proses sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan oleh pihak universitas, jelas Hardi.

Sumber: https://fisip.undip.ac.id/2020/05/21/dekan-fisip-undip-gandeng-ika-fisip-undip-bersama-bem-bantu-mahasiswa-terdampak-covid-19/

Sistem Pemilu 2019 Tekan Potensi Konflik

PUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Ketua Program Magister Ilmu Politik FISIP Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono mengatakan metode konversi suara sainte lague yang digunakan pada Pemilihan Umum 2019 menjadikan potensi konfliknya rendah. Alumnus Flinders University Australia itu berpendapat sistem pemilihan umum (pemilu) sebelumnya seperti pada Pemilu 2004 justru memiliki tingkat konflik tinggi.

Ia mengatakan sistem pemilihan umum mendatang menerapkan metode yang berbeda dengan Pemilu 2014. Akan tetapi, sistemnya sama-sama habis dibagi di dapil, atau suara habis di dapil.

"Begitu di dapil penghitungan selesai, kursinya selesai. Mana yang lebih bagus, tergantung dengan sistem yang dipilih. Sebetulnya bukan soal bagus atau tidak, melainkan setiap sistem punya konsekuensi sendiri-sendiri," kata dia di Semarang, Ahad (4/3).

Dia menerangkan sistem pada Pemilu 2019 adalah suara habis di dapil, tetapi metodenya menggunakan sainte lague atau sistem peringkat sesuai Pasal 420 UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum. "Kursinya ada tujuh, misalnya, peringkat satu sampai dengan tujuh yang dapat kursi. Peringkat yang lain yang tidak dapat kursi," katanya.

Sementara sistem pada Pemilu 2014, suaranya tidak berdasarkan peringkat, tetapi berdasarkan bilangan pembagi pemilihan (BPP). Misalnya, angka BPP di sebuah daerah pemilihan (dapil) 1.000 suara. 

Artinya, sebuah partai mendapat satu kursi kalau meraih 1.000 suara. Calon legislatif juga akan lolos kalau berhasil meraih 1.000 suara. 

"Mana yang baik atau mana yang buruk. Semuanya punya kelemahan, tergantung bagaimana sistem itu didesain untuk mengantisipasi supaya suara hilang makin kecil. Prinsipnya suara kecil bisa dihitung, tidak dibuang begitu saja,” kata dia. 

Kalau secara akademik, menurut dia, sistem pada Pemilu 2014 dan 2019 dengan sistem konversi suara habis di dapil lebih bagus dibandingkan sistem dengan stembus-accord atau suara sisa. Dia menceritakan sistem pada Pemilu 2004 menerapkan stembus-accord (penggabungan sisa suara) sehingga memiliki tingkat konflik tinggi. 

Teguh menjelaskan potensi konflik suara sisa di daerah pemilihan (dapil) lebih tinggi meskipun pasal 107 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD ada ketentuan yang menyebutkan partai politik peserta pemilu tidak dibenarkan mengadakan perjanjian penggabungan sisa suara. 

"Jadi, kalau ditanyakan mana yang lebih bagus untuk pembangunan demokrasi di Tanah Air, ya, sistem sekarang ini, yang habis di dapil," katanya.

Ia lantas memaparkan kelebihan sistem pada Pemilu 2019, yakni potensi konfliknya rendah, realitas dukungan di dapil, dan penghitungannya tidak rumit karena tidak terdapat sisa suara di dapil. Dengan memperoleh dukungan di dapil, lanjut dia, calon anggota legislatif bersangkutan memiliki akar keterwakilan di tengah rakyat.

Hal itu berbeda dengan stembus-accord yang tingkat kerumitannya tinggi, yakni ada suara sisa, harus ditarik ke dapil atasnya. "Suaranya nanti habis di provinsi. Itu biasanya potensi konflik lebih tinggi, kerumitannya lebih tinggi, dan tingkat keterwakilannya rendah," ucap Teguh.

Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/03/04/p51qpi428-sistem-pemilu-2019-tekan-potensi-konflik

FOTO KEGIATAN

imageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimage

LPPD Research Institute

LPPD Research Institute merupakan Lembaga Pengkajian Pembangunan Daerah yang berada di Jawa Tengah. Researching, Consulting, Training and Publishing. Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin sebagai Direktur Eksekutif.

APSIPI

Asosiasi Program Studi Ilmu Pemerintahan Indonesia (APSIPI) dibentuk sebagai hasil dari SIMPOSIUM NASIONAL PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN Se-INDONESIA pada tanggal 23-24 November 2014 di Hotel Narapati Bandung yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran [ more detail ]

Link Terkait

   

 

Artikel Populer

Publikasi Populer

Kontak

Info kontak:

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kantor: Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Undip